Sumatera UtaraTNI dan Polri

Selamatkan Korban Laka Tunggal di Jalinsum Tandem Hulu, Bhabinkamtibmas Polres Binjai Aipda Zonson Tuai Apresiasi Warga

PIJARPOS.com, BINJAI – Aipda Zonson Edi Marwanto kembali menunjukkan sisi humanis seorang anggota Polri. Dengan sigap, personel Polresta Binjai yang juga bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Suka Makmur itu menolong korban kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Pasar V Tandem Hulu I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/5/2026) siang.

Peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera Medan–Aceh, tepatnya di Jalan T. Amir Hamzah Tandem Hulu I Pasar V. Saat melintas di lokasi, Aipda Z.E. Marwanto melihat seorang pria paruh baya tergeletak lemas di badan jalan dengan kondisi bersimbah darah usai mengalami kecelakaan tunggal.

Korban diketahui bernama Mohd Irwanto (60), warga Jalan Hang Tuah, Kota Medan.
Melihat kondisi korban yang membutuhkan pertolongan cepat, Aipda Marwanto langsung turun tangan mengamankan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan susulan.

Tanpa menunggu lama, ia kemudian mengevakuasi korban ke Klinik Asia Medika agar segera mendapatkan penanganan medis.

Tidak hanya itu, setibanya di klinik, Aipda Marwanto juga berinisiatif menghubungi pihak keluarga korban melalui telepon seluler dan aplikasi WhatsApp. Berkat upaya tersebut, keluarga korban akhirnya mengetahui kejadian yang menimpa Mohd Irwanto dan segera datang dari Kota Medan.

Selama kurang lebih dua jam, Aipda Marwanto tetap setia mendampingi korban yang tengah menjalani perawatan medis hingga keluarga tiba di lokasi.

“Kalau bukan karena kesigapan beliau, mungkin penanganan terhadap orang tua kami akan terlambat. Kami sangat berterima kasih,” ujar salah seorang keluarga korban.

Tindakan cepat dan kepedulian yang ditunjukkan personel kepolisian itu pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai aksi tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga memberikan pertolongan kemanusiaan saat dibutuhkan.

Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lokasi, saat kejadian berlangsung terdapat aktivitas pengerukan dan perbaikan aspal jalan oleh pihak rekanan kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara. Namun minimnya rambu-rambu peringatan dan tanda pengaman di area pengerjaan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Warga setempat menyebutkan, selama proses perbaikan jalan berlangsung, sedikitnya sudah terjadi sekitar tujuh insiden kecelakaan ringan di titik tersebut.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera memasang rambu-rambu peringatan yang jelas dan mudah terlihat dari kejauhan guna mencegah kecelakaan serupa kembali terulang.

Related Articles

Back to top button