Kabupaten Karo Jadi Raja Jagung, Sumut Catat Surplus 154 Ribu Ton

PIJARPOS.com, KARO – Produksi jagung di Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai 764.465 ton. Jumlah tersebut melebihi kebutuhan daerah yang tercatat sebesar 609.764 ton, sehingga Sumut diproyeksikan mengalami surplus jagung sekitar 154.700 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-angin, mengatakan kebutuhan jagung di Sumut pada periode yang sama tercatat sebesar 609.764 ton. Dengan demikian, Sumatera Utara diperkirakan mengalami surplus sekitar 154.700 ton.
“Produksi jagung Sumut masih berada di atas kebutuhan konsumsi dan industri, sehingga terdapat surplus yang cukup besar,” ujar Yusfahri kepada wartawan, Rabu sore (20/5/2026) di Medan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Karo masih menjadi sentra produksi jagung terbesar di Sumut dengan total produksi mencapai 384.263 ton. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Dairi sebesar 91.883 ton, Kabupaten Simalungun 65.191 ton, Kabupaten Tapanuli Utara 38.476 ton, serta Kabupaten Deli Serdang sebanyak 36.248 ton.
Besarnya kontribusi daerah sentra produksi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung di Sumatera Utara.
Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam daerah, surplus produksi jagung juga menjadi peluang besar dalam mendukung program ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ternak di Sumut maupun daerah sekitarnya.
Terkait keterlibatan Polri dalam kegiatan panen jagung, Yusfahri menilai dukungan tersebut dapat menambah semangat para petani agar terus meningkatkan produksi.
“Kehadiran Polri di tengah petani diharapkan mampu memberi motivasi sehingga petani tetap bergairah menanam jagung,” katanya. (Sarikat Ginting)



