Sumatera Utara

Puting Beliung Terjang 8 Desa di Pancurbatu, 42 Rumah Rusak dan Kerugian Tembus Rp1,16 Miliar

PIJARPOS.com, DELI SERDANG – Angin puting beliung yang disertai hujan lebat menerjang delapan desa di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Kamis (28/5/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 42 rumah warga mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,16 miliar.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Deliserdang, cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Laporan kejadian diterima pada pukul 17.28 WIB dari Camat Pancurbatu Feri Sepnanda Ginting SSTP MAP.

Feri Ginting menyampaikan delapan desa yang terdampak yakni Desa Tuntungan I, Tuntungan II, Durin Jangak, Sembahe Baru, Namo Simpur, Desa Lama, Desa Hulu, dan Desa Pertampilen.

“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Pancurbatu,” katanya kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Dari hasil asesmen, Desa Tuntungan I menjadi wilayah yang paling banyak terdampak dengan 21 kepala keluarga atau 64 jiwa terdampak. Di desa tersebut tercatat sembilan rumah mengalami rusak ringan, empat rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak berat dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Di Desa Tuntungan II, sebanyak enam kepala keluarga atau 21 jiwa terdampak. Terdapat tiga rumah rusak ringan dan tiga rumah rusak berat dengan total kerugian sekitar Rp250 juta.

Sementara itu, di Desa Durin Jangak satu rumah mengalami rusak sedang dengan kerugian sekitar Rp40 juta. Di Desa Sembahe Baru, empat rumah terdampak, terdiri dari dua rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang dengan kerugian sekitar Rp90 juta.

Kerusakan juga terjadi di Desa Namo Simpur, Desa Hulu, Desa Lama, dan Desa Pertampilen. Secara keseluruhan, BPBD mencatat 20 rumah mengalami rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain rumah warga, fasilitas umum yang turut terdampak adalah Pasar Pancurbatu dan SPBU Karo Jambi. Meski menyebabkan kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga yang rumahnya terdampak sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Deliserdang bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Dinas Kesehatan, Tagana, serta sejumlah instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan.

BPBD Deliserdang juga telah mengarahkan pemerintah desa terdampak agar segera mengurus administrasi kebencanaan untuk mempercepat proses penanganan dan penyaluran bantuan. Saat ini, sebagian warga telah mulai memperbaiki atap rumah yang rusak akibat terpaan angin kencang.

Pemerintah desa juga telah menyalurkan bantuan sembako darurat kepada korban terdampak, sementara kegiatan gotong royong dijadwalkan dilaksanakan untuk mempercepat pemulihan pascabencana. BPBD Deliserdang mengusulkan penyaluran bantuan logistik dan terpal bagi warga terdampak guna membantu kebutuhan darurat mereka. (Sarikat Ginting)

Related Articles

Back to top button