Sumatera Utara

Dalam Hening Menuju Puncak Salib, Mamre GBKP Runggun Kemenangen Tani Rasakan Hadirat Tuhan

PIJARPOS.com, DELI SERDANG – Suasana hening menyelimuti kawasan Bumi Alam Retreat Center GBKP Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Kamis (28/5/2026) pagi. Dalam udara subuh yang sejuk, Mamre GBKP Runggun Kemenangen Tani, Klasis Medan–Namorambe (Menara), menggelar kegiatan “Jalan Kontemplatif” sebagai bagian dari rangkaian retreat rohani yang sedang berlangsung.

Kegiatan yang dipandu Pdt Mikha Ginting itu diawali dengan doa bersama dan pujian singkat, sebelum seluruh peserta memulai perjalanan rohani dari kawasan Migdal menuju Puncak Salib dalam suasana sunyi tanpa percakapan. Keheningan menjadi bagian utama dalam perjalanan tersebut.

Para peserta diajak meninggalkan sejenak hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari untuk masuk dalam suasana refleksi, perenungan, dan kedekatan pribadi dengan Tuhan.

Pdt Mikha Ginting menjelaskan, jalan kontemplatif merupakan perjalanan rohani yang menekankan keheningan, kesadaran batin, dan perenungan mendalam akan kehadiran Tuhan dalam hidup manusia.

“Kontemplatif bukan sekadar banyak berpikir, tetapi belajar berhenti sejenak, masuk dalam keheningan, mendengar suara hati dan kehendak Tuhan, lalu menjalani hidup dengan kesadaran rohani yang lebih dalam,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam kehidupan Kristen, jalan kontemplatif erat kaitannya dengan doa yang tenang, meditasi firman Tuhan, refleksi diri, serta membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui jalan kontemplatif, seseorang diajak untuk mengenal Tuhan lebih dalam, bukan hanya sebatas mengetahui tentang Tuhan, tetapi mengalami hadirat-Nya secara pribadi.

“Kontemplasi mengajarkan kita untuk belajar mendengar, bukan hanya berbicara dalam doa. Firman Tuhan dalam Mazmur 46:11 mengatakan, ‘Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah,’” katanya.

Selain itu, ujar Pendeta Tugas Khusus Unit Pengembangan Ibadah dan Musik Gereja (PIMG) ini, jalan kontemplatif juga diyakini mampu membentuk hati yang lebih tenang dan bijaksana, membuat seseorang lebih peka, tidak mudah panik, serta mampu memandang hidup dengan sudut pandang iman.

Sesampainya di Puncak Salib, para peserta melakukan perenungan pribadi dan mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama.

Setelah itu, Mamre kembali berjalan santai menuju kawasan retreat center untuk mengikuti sarapan pagi dalam suasana “sarapan kontemplatif”, yakni makan bersama tanpa percakapan sebagai bentuk latihan keheningan dan pengendalian diri.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan menjadi pengalaman rohani yang mendalam bagi para peserta retreat Mamre GBKP Runggun Kemenangen Tani. (Sarikat Ginting)

Related Articles

Back to top button