Sumatera Utara

Dua Hari Penuh Penghayatan, Retreat Mamre GBKP Kemenangen Tani Bangun Spiritualitas dan Iman

PIJARPOS.com, DELI SERDANG – Retreat Mamre GBKP Runggun Kemenangen Tani, Klasis Medan-Namorambe (Menara), berlangsung penuh makna di Retreat Center GBKP Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu-Kamis (27-28/5/2026).

Kegiatan tersebut dibimbing langsung tiga pendeta, yakni Direktur Retreat Center GBKP Sibolangit Pdt Wilson Tarigan, Pdt Terang Ukur Barus dan Pdt Mikha Ginting, dengan konsep retreat yang menitikberatkan pada pemulihan spiritual dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Direktur Retreat Center GBKP Sibolangit, Pdt Wilson Tarigan mengatakan, retreat sejati bukan sekadar kegiatan berkumpul atau acara seremonial, melainkan perjalanan rohani untuk keluar sejenak dari rutinitas hidup dan mengalami pemulihan spiritual.

“Retreat yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mau berhenti dari kesibukan, menenangkan diri, masuk dalam keheningan, lalu membiarkan Tuhan bekerja memulihkan hati, pikiran dan kehidupan rohaninya,” ujar Wilson di sela kegiatan retreat.

Ia menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan Mamre GBKP Runggun Kemenangen Tani menjadi catatan tersendiri bagi Retreat Center Sukamakmur.

Ini catatan sejarah bagi kami di retreat center, bahwa Mamre GBKP Kemenangen Tani yang pertama kali mengadakan retreat yang sesungguhnya di tempat ini. Sebab selama ini setiap kegiatan di lapangan kita sebut retreat, padahal tidak,” ungkapnya.

Suasana retreat berlangsung teduh dan penuh penghayatan. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan kesungguhan hati, mulai dari refleksi pribadi, memperbaiki relasi dengan Tuhan hingga pemulihan spiritualitas dalam suasana alam yang tenang.

Pada hari pertama, peserta mengikuti penjelasan tentang makna retreat, kebaktian pembuka, sharing kelompok, persiapan pribadi, pemulihan diri untuk mekarnya spiritualitas hingga meditasi pemulihan.

Sementara pada hari kedua, peserta menjalani jalan hening dan doa alam, sesi merawat spiritualitas, rekomitmen hidup rohani, ibadah pengutusan serta persiapan pribadi sebelum kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui retreat tersebut, Mamre GBKP Runggun Kemenangen Tani diharapkan semakin bertumbuh dalam spiritualitas, pelayanan dan kehidupan iman yang lebih dewasa.

Kegiatan itu juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan hidup, setiap orang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, berdiam diri dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
(Sarikat Ginting)

Related Articles

Back to top button