Jalan Provinsi Dairi–Humbahas di Pakpak Bharat Terancam Putus, DPRD Sumut Desak PUPR Segera Bertindak

PIJARPOS.com, Pakpak Bharat – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terancam putus akibat longsor yang terjadi di Desa Buluh Tellang, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat.
“Saat ini kondisi badan jalan yang terus mengalami amblas, telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan pengguna jalan yang melintas setiap hari,” ujar Kepala Desa Buluh Tellang, J Boangmanalu, kepada wartawan, Senin (11/5/2026) di Pakpak Bharat.
Diungkapkan Boangmanalu, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan perbaikan dari pihak terkait, meski kondisi jalan semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, longsor yang terjadi di bagian bahu jalan mencapai panjang sekitar 20 meter dengan kedalaman jurang diperkirakan mencapai 40 meter itu, semakin hari semakin parah, akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir, sehingga dikhawatirkan memicu longsor susulan yang bisa memutus total akses jalan antar kabupaten tersebut.
“Setiap hari masyarakat dan pengendara yang melintas merasa waswas. Kalau tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan jalan ini benar-benar putus dan membahayakan keselamatan warga,” ujar Boangmanalu.
Ruas jalan tersebut diketahui merupakan salah satu jalur strategis penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dari wilayah Dairi menuju Humbang Hasundutan maupun sebaliknya.
Selain menjadi akses utama warga, jalur itu juga kerap dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat.
Segera Perbaiki
Menyikapi kondisi itu, anggota DPRD Sumut daerah pemilihan Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Salmon Sumihar Sagala SE, mendesak Pemprov Sumut melalui Dinas PUPR Sumut agar segera turun tangan melakukan perbaikan darurat sebelum kerusakan semakin parah.
“Dinas PUPR Sumut harus bergerak cepat memperbaiki jalan tersebut. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa atau akses benar-benar terputus baru dilakukan penanganan,” tegas Salmon.
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta pemerintah tidak menganggap persoalan tersebut sebagai masalah sepele, sebab jika jalan itu putus total maka dampaknya akan sangat besar terhadap aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga perekonomian warga di kawasan perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi dan Humbang Hasundutan.
Berkaitan dengan itu, tandas Salmon Sagala, masyarakat sangat berharap Pemprov Sumut segera melakukan penanganan permanen di lokasi longsor sebelum musim penghujan semakin memperburuk kondisi jalan, karena mereka khawatir keterlambatan penanganan dapat menyebabkan bencana lebih besar dan mengisolasi akses antarwilayah di kawasan tersebut. (Sarikat Ginting)



