Wapres Gibran Temui Korban MBG di RS Efarina Berastagi, Lima Siswi Sempat Dilarang Bertemu

PIJARPOS.com Medan – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka turun langsung menemui siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan di RSU Efarina Etaham Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).
Gibran memastikan para korban mendapat pengobatan terbaik hingga sembuh dan dapat kembali bersekolah.
Wapres Gibran tiba di RSU Efarina Etaham sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangannya disambut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Karo Antonius Ginting, unsur Forkopimda Karo serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Karo.
Setelah tiba, Gibran langsung menuju ruang perawatan pasien korban dugaan keracunan MBG. Ia berbincang dengan sejumlah siswa yang tengah menjalani perawatan, didampingi orangtua masing-masing, untuk mengetahui secara langsung kondisi dan keluhan yang masih mereka alami.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah siswa disebut masih mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Bahkan, terdapat korban yang mengalami gangguan ingatan sehingga kondisi mereka membutuhkan perhatian dan penanganan medis lebih lanjut.
Salah satu korban yang dikunjungi Gibran, yakni Febyola Br Purba, siswi SMK Swasta Bersama Berastagi. Febyola mengalami gejala serius setelah menyantap makanan dari program MBG pada 13 Agustus 2026 lalu.
Sempat dinyatakan membaik oleh pihak rumah sakit, kondisi Febyola kembali menurun pada 16 Agustus 2026. Ia mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri. Febyola juga sempat mengalami gangguan ingatan dan dalam proses perawatannya telah berpindah di lima rumah sakit, yakni Rumah Sakit Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik hingga RS Amanda di Karo.
Gibran mengatakan kedatangannya ke Karo untuk memastikan para korban mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Ia berharap seluruh siswa segera pulih sehingga dapat kembali ke sekolah dan mengikuti proses belajar seperti biasa.
“Segala biaya pengobatan akan ditanggung Badan Gizi Nasional, dan mereka dipastikan mendapat pengobatan terbaik sampai sembuh tuntas, biar mereka segera masuk sekolah,” ujar Gibran.
Namun, kunjungan Wapres sempat diwarnai ketegangan. Berdasarkan pantauan lima siswi korban MBG yang juga menjalani perawatan sempat dilarang bertemu langsung dengan Wapres Gibran.
Mewakili orangtua korban, Fedro Ginting meminta agar kelima siswi tersebut diberi kesempatan bertemu Wapres. Permintaan itu sempat memicu perdebatan dan situasi berlangsung alot. Bahkan, salah seorang siswi korban MBG sempat pingsan dan harus dibopong masuk ke ruangan perawatan.
Setelah melalui perdebatan, kelima siswi tersebut akhirnya diperbolehkan masuk bersama-sama untuk bertemu Wapres Gibran.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi para siswa yang masih menjalani pemulihan pascakejadian dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo. (*)



