Prabowo Dorong Revolusi Kendaraan Listrik: BBM Dipersempit, Subsidi Konversi Disiapkan

PIJARPOS.com, MEDAN – Pesiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk mengalihkan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik secara menyeluruh. Kebijakan ini mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, truk, hingga alat berat seperti traktor.
Dalam wawancara yang dikutip Rabu (25/3/2026), Prabowo menyebut langkah ini sebagai “game changer” yang bertujuan menekan pengeluaran masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Ia menegaskan, biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
“Kalau pakai listrik, pengeluaran bisa tinggal sekitar 20 persen saja dibandingkan pakai bensin,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tidak akan langsung menghapus BBM. Penggunaannya tetap tersedia, namun akan diarahkan kepada kalangan tertentu dengan harga yang mengikuti mekanisme pasar global. Bahkan, Prabowo menyindir kendaraan mewah tetap bisa menggunakan bensin, asalkan siap membayar dengan harga internasional.
Di sektor energi, pemerintah juga akan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Target ambisius pun dicanangkan, yakni pembangunan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt dalam waktu dekat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghentikan ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel yang saat ini masih menyumbang sekitar 13 gigawatt. Pemerintah bahkan berencana menutup seluruh pembangkit diesel karena dinilai tidak efisien dan berbiaya tinggi.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa percepatan konversi kendaraan listrik akan diperkuat melalui berbagai insentif. Pemerintah tengah menyiapkan skema subsidi baru untuk konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
“Formulasinya sedang disiapkan agar lebih tepat sasaran dan efisien,” ujar Bahlil.
Nilai bantuan yang disiapkan diperkirakan berkisar Rp5 hingga Rp6 juta per unit, lebih rendah dibandingkan program sebelumnya yang mencapai Rp7 hingga Rp10 juta. Sebelumnya, program subsidi konversi motor listrik telah menjangkau sekitar 200 ribu unit hingga tahun 2024.
Ke depan, pemerintah menargetkan konversi hingga 120 juta unit sepeda motor sebagai bagian dari percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya menghemat biaya masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan.
(Sarikat Ginting)



