Longsor Terjang Sembahe, 5 Warga Tewas Tertimbun, Puluhan Mengungsi

PIJARPOS.com, DELI SERDANG, SUMUT –Bencana tanah longsor menerjang Dusun 3, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Selasa malam (7/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa tragis ini menyebabkan lima warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsor, sementara puluhan lainnya terpaksa mengungsi.
Longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari. Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Sembahe meluap hingga menggerus perbukitan di sekitar permukiman warga. Tak lama kemudian, material tanah dan bebatuan runtuh dan menghantam rumah-rumah warga secara tiba-tiba.
Warga yang tengah beraktivitas di malam hari tidak sempat menyelamatkan diri saat longsor terjadi.
Kapolsek Pancurbatu, Kompol Junaidi SH, bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sejumlah rumah telah tertimbun material longsor.
Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya dibantu alat berat. Petugas berpacu dengan waktu untuk mencari dan menyelamatkan korban yang diduga masih tertimbun.
Data sementara mencatat sedikitnya delapan rumah terdampak, masing-masing milik Boy Simorangkir, Ros Br Ginting, Gobal, Gendut, Darma Ginting, Terusdi Ginting, Fernando Sembiring, dan Datuk.
Sekitar pukul 21.00 WIB, korban pertama ditemukan, Gobal (39), dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, ibunya, Sehat Br Tarigan (65), berhasil diselamatkan meski mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pencarian korban terus dilakukan hingga larut malam. Satu per satu korban kembali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, yakni Rizky (14), Boy Simorangkir (51), Rosmawati Br Ginting (30), dan Jamila Br Ginting (40).
Hingga saat ini, total lima warga dinyatakan meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan tidak terdapat korban luka ringan. Selain itu, sebanyak 25 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau berada di zona rawan longsor.
Pada Rabu pagi (8/4/2026), tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung warga terdampak. Tim gabungan masih terus melakukan pembersihan material longsor serta pencarian kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan.
Di sisi lain, akses vital Jalan Jamin Ginting yang menghubungkan Medan-Berastagi sempat lumpuh akibat longsor di dua titik. Namun setelah dilakukan pembersihan menggunakan alat berat, arus lalu lintas kini telah kembali normal.
Kapolsek Pancurbatu, Kompol Junaidi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
(Sarikat Ginting)



