Uncategorized

Ketua Karang Taruna Pancur Batu Tegaskan Hanya Satu Kepemimpinan Sah, Minta Aparat Tindak Oknum Mengaku Ketua

PIJARPOS.com, MEDAN – Beredar isu adanya oknum yang mengaku sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Pancur Batu. Menanggapi hal tersebut, Ketua Karang Taruna Pancur Batu yang sah, Charles Bronson Surbakti, menanggapinya dengan santai sembari tersenyum ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/8/2025).

Charles menegaskan, pengakuan jabatan tanpa proses yang sah merupakan tindakan penipuan dan dapat berimplikasi pada konsekuensi hukum maupun sosial.
“Untuk menjadi Ketua Karang Taruna, seseorang harus melalui mekanisme Temu Karya sebagaimana diatur dalam AD/ART organisasi. Selain itu, calon ketua wajib memenuhi syarat, di antaranya tidak pernah terlibat pidana, narkoba (dibuktikan dengan tes urine), maupun tindakan ilegal lainnya,” jelas Charles.

Menurutnya, mengaku sebagai ketua tanpa hak bukan hanya mencederai aturan organisasi, tapi juga dapat merusak kepercayaan masyarakat dan anggota Karang Taruna.
“Kalau pengakuan itu dipakai untuk menipu atau menyalahgunakan kewenangan, jelas bisa dipidanakan,” tegasnya.

Charles juga meminta Polsek Pancur Batu sebagai Pembina Umum Karang Taruna serta Polrestabes Medan untuk menindak tegas oknum-oknum yang mengaku sebagai Ketua atau pengurus Karang Taruna, terlebih jika terindikasi terlibat narkoba.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan Karang Taruna Pancur Batu yang sah telah melalui proses resmi Temu Karya dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat Pancur Batu Nomor 15 Tahun 2021 untuk masa bakti 2021–2026.
“Kalau ada unsur pidana maupun perdata terkait pengakuan palsu ini, kami siap menempuh jalur hukum dengan melaporkan atau menggugat pihak-pihak yang mencatut nama Karang Taruna. Negara kita adalah negara hukum,” ujar Charles.

Lebih jauh, Charles menegaskan komitmennya dalam menjaga organisasi dari pengaruh narkoba. Ia meminta agar aparat menindak keras siapapun, baik anggota maupun pengurus Karang Taruna, yang terbukti terlibat narkoba.
“Harus dihukum seberat-beratnya, karena narkoba merusak generasi muda bangsa. Itu juga sejalan dengan komitmen Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button